Minggu, 04 Desember 2011

MULOK - 1

MENANAM CABAI DI DALAM POT

Tempat tinggal yang sempit membuat kegiatan menanam sayuran terkadang jadi sedikit muncul rasa enggan dan terhambat. Akan tetapi hal itu bukan berarti kita tidak bisa menciptakan suatu metode apa-apa untuk bercocok tanam. Dengan memanfaatkan lahan seadanya, kegiatan berkebun justru bisa menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan. Misalnya menanam cabai di dalam pot. Selain kondisinya lebih mudah dalam perawatan, juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Apalagi jika menggunakan pola tanam dengan sistem vertikultur (secara bertingkat), pasti terlihat lebih indah dan hasilnya pun akan lebih optimal.

A.  Proses penyiapan bibit yang berkwalitas :

Rasanya perlu mengikuti jejak langkah yang telah diteliti oleh para ahli pertanian, bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik dari suatu tanaman, perlu diadakan suatu proses penyiapan bibit yaitu sebagai berikut :
1. Pilihlah buah cabai yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan sempurna masaknya.
2. Buang bagian pangkal dan ujungnya.
3. Belah bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4. Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.

Proses selanjutnya adalah, bibit yang sudah kering direndam dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Kemudian pindahkan benih tersebut ke dalam bijana, lalu direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. Benih yang masih mengapung harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikan.
Setelah bibit tumbuh, baru pindahkan ke dalam pot yang telah disiapkan. Gunakan tanah yang gembur bercampur pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan sama banyak.
 
B. Pemilihan Pot  :

Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan sempurna terutama perkembangan akar yang merupakan media penyerapan zat-zat makanan untuk pertumbuhan tanaman. Pot yang terlalu kecil akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan tidak mampu berbuah secara baik. Sedangkan pot yang terlalu besar akan membuat repot apabila dipindahkan. Sebaiknya pilihlah pot yang besarnya setengah dari kaleng cat berisi 20 kg atau yang mampu menampung sekitar 5 kg tanah.
Pot yang baik adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Mampu mendukung perkembangan pertumbuhan akar.
2. Bagian bawah pot harus berlubang agar air dapat merembes.
3. Jangan terlalu berat dengan tujuan agar sewaktu-waktu mudah untuk dipindahkan.
4. Pilihlah dari bahan yang tidak mudah lapuk dan pecah.
5. Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap stabil.
Jenis pot yang dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot plastik, pot porselin, pot semen, pot ban bekas, pot kaleng bekas dan pot anyaman bambu.

C. Penanaman :

Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun yang sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah sebagai berkut :
1. Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
2. Masukkan bibit yang sudah tumbuh beserta akar dan tanahnya ke dalam lobang yang telah dibuat.
3. Siram media tanam dengan air biasa sampai tanah menjadi lembab.
4. Pada masa awal penanaman, untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sebaiknya beri pelindung agar tanaman tidak langsung mengenai sinar mata hari.

D.Perawatan Tanaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah :
1. Penyiraman dilakukan setiap hari secara rutin, yaitu pagi dan sore hari.
2. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila penanaman dilakukan pada musim hujan.
3. Setelah seminggu sejak penanaman, perhatikan pertumbuhan bibit tersebut. Lakukan pembasmian hama jika terlihat adanya tanda-tanda yang merusak tanaman.
4. Lakukan pembersihan rumputan dan pengemburan tanah minimal satu kali dalam seminggu.
5. Jika tanaman telah melahirkan bunga, tingkatkan perawatan dari berbagai aspek seperti kondisi tanah, batang maupun daun sampai tanaman berbuah. Jika telah berbuah, langkah selanjutnya adalah meningkatkan perawatan dari hama yang mengancam kerusakan buah sampai masa panen.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar :